Pandangan tertuju pada kubangan besar menganga
Jutaan mata terbelalak di sana
Haus dan lapar tak ada yang dirasa
Hanya tangis dan derai air mata menghiasi isinya
Tak ada lantunan lagu indah menyertainya
Tak ada kata kata mesra mengungkap rasa
Tak ada detak detak menggelora pembawa nuansa
Sirna dan semua sirna tak membekas tapak tapaknya
Nyawa tak ada harganya
Apalagi harta benda yang dibanggakannya
Anak dan istri tak lagi bisa bicara
Bungkam dan hanya jeritan merajalela
Kemana jiwa akan mencari sisa sisa masa
Tak sanggup lagi bangun dan benahi kata kata
Kemana diri akan melangkah serta
Tak kuat berlari dan mengejar aksara aksara
Semua sudah tertuang dalam kitab-Nya
Dari yang kecil hingga segala apa yang ada
Dari yang tak terduga hingga yang di depan mata
Tak ada yang bisa mengelak dari murka-Nya
Yaa Rabb, ampuni lemahnya jiwa hamba
Yang sering berjanji di tengah penghuni kubangan menganga
Yang hanya bisa mengukir kata tanpa tindakan nyata
Yang hanya bisa menuding saja tanpa karya menyerta…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar