Seorang perempuan…
Duduk diambang sumur kegelapan
Beratapkan terik sang matahari
Berpijak pada kekeringan tanah yang mulai terbelah
Seorang perempuan…
Bersimpuh mendekap luka yang sudah mengering
Kini mulai alirkan darah kembali
Luka dari sebuah keadilan
Luka dari sebuah cinta
Yang terenggut dengan kejam
Seorang perempuan…
Menangis pilu tercabik potongan kenangan
Kenangan yang tak pantas ada
Kenangan yang sudah terendam dalam, bersama zaman
Seorang perempuan…
Terhempas lara ke lubang gelap yang berair
Tinggalkan semua yang sudah tertata indah
Menyerah kalah pada taring keadilan yang dipaksakan
Seorang perempuan terluka…
Kini tinggal selendang putih
tersangkut diranting yang kering
Pergi bersama lantunan
elegi cinta sang burung
Yang jadi saksi,
betapa perempuan itu sangat terluka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar