Rinduku kini bak sebutir embun yang sirna
Bersama teriknya mentari
Meranggas diantara pucuk-pucuk ranting
Asmaraku hening kedalam kemilaunya bulan
Yang hanya dapat kupandangi tanpa bisa disentuh
Demi waktu yang pernah terlewati
Wajah itu masih lekat dalam netra biruku
Saat ikhlasnya melepas kepergianku
Bening telaga matanya mengharu,
Terberai hangat dalam dekapku
Detak suaranya menggetarkan nadiku
Bergema keseluruh tubuhku
Masih terngiang saat ia datang terbata berkata,
“Gapailah yang telah menjadi impianmu selama ini,aku disini akan baik-baik saja dan aku akan menantimu dengan segala harapan cinta kita”
Semuanya itu kini meretas dalam kesunyianku
Pilu hati membelai nisannya
Letih menggelayuti ubun-ubun rinduku
Pupus sudah semuanya
Dia pergi meninggalkanku
Dalam penantian yang abadi
“Selamat Jalan Kasih”
Hanya itu yang bisa kuucapkan saat ini
Tapi do’aku kan selalu mengalir bersama rinduku yang terbenam dalam telaga bisu
Hening menguncup diujung hati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar